Minggu, 08 Desember 2013

Keindahan di Kota Magetan

Kali ini saya akan memperkenalkan tentang keindahan yang ada di Kota Magetan. Nah,langsung saja ketopik pembahasan,tentunya anda sudah mengenal yang namanya kota magetan. Di sana ada berbagai wisata yang tentunya menarik untuk disaksikan dan dilihat. Yang pertama tentang telaga sarangan yang sekarang semakin maju pesat. Di telaga sarangan itu juga ada tempat yang lebih menarik untuk kita kunjungi yaitu air terjun / orang jawanya menyebut dengan sebutan gerojokan sewu. Di air terjun itu anda bisa main basah-basahan sepuas mungkin. Tapi,untuk pergi kesananya anda harus jalan kaki dengan menempuh jarak belasan kilo dari telaga sarangan itu sendiri. Memang ditelaga sarangan itu kononnya menyimpan banyak mistis tapi saya juga belum tahu mistis apa dibalik itu semua. Yang jelas anda bisa menikmati suasana keindahan telaga sarangan. Menuju pembahasan selanjutnya.

Selain anda bisa berkunjung di telaga sarangan, anda bisa mengunjingi tempat wisata telaga wahyu. Telaga itu adalah telaga buatan manusia. Telaga Wahyu itu memang agak kecil sih? Tapi, disitu anda bisa memancing ikan sepuasnya dan bisa naik perahu bebek yang lumayan unik untuk dinaiki. Dan selanjutnya anda bisa menikmati suasana indahnya alun-alun magetan yang sekarang lebih indah di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dan didekat alun-alun anda jangan lupa untuk mampir di pasar sayur magetan. Didalamnya anda bisa membeli berbagai sayur -sayuran yang diolah untuk dijadikan makanan penuh dengan protein dan gizi tinggi.

Selain ada tempat belanja,ada juga tempat pembuatan batik.


batik sidomukti
Magetan selain mempunyai potensi wisata telaga sarangan ternyata juga mempunyai Batik asli khas magetan. Orang menyebutnya Batik Sidomukti / Batik Pring, karena memang motif dari batik yang satu ini adalah bambu (pring : dalam bahasa jawa). Batik ini bisa ditemukan di Dusun Papringan, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Sebuah perkampungan di bawah lereng gunung lawu. Batik ini telah diproduksi sejak tahun 1970-an

Sekilas, Batik Sidomukti tidak jauh berbeda dari batik daerah lainnya. Namun, sebenarnya Batik Sidomukti Magetan mempunyai ciri khusus pada motifnya, yakni motif “Pring Sedapur” atau serumpum bambu. Motif ini diambil dari rumpunan tumbuhan bambu yang tumbuh mengelilingi kawasan Dusun Papringan di Desa Sidomukti.

Motif Sidomukti. mengandung makna kemakmuran. Demikianlah bagi orang Jawa, hidup yang didambakan selain keluhuran budi, ucapan, dan tindakan, tentu agar hidup akhirnya dapat mencapai mukti atau makmur baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk membuat sebuah batik sidomukti diperlukan kesabaran dan ketelitian. Pembatik di Desa Sidomukti mengaku tetap mempertahankan keaslian proses pembuatan batik secara tradisional. Tak heran jika pengerjaan sebuah batik membutuhkan waktu empat hari hingga satu minggu lamanya.

Batik Pring Sedapur Magetan ini telah dijadikan sebagai salah satu ikon Kabupaten Magetan. Belasan ribu pegawai negeri sipil di seluruh Magetan telah memakai seragam dengan corak Pring Sedapur setiap hari tertentu.

Batik tulis bermotif serumpun bambu ini rata-rata dijual seharga Rp65 ribu hingga Rp300 ribu untuk berbagai jenis kain. Pemasaran batik ini masih untuk pasar lokal, namun ada juga beberapa yang datang dari luar Magetan seperti Lamongan, Surabaya, dan Yogyakarta.

Demikian sedikit ulasan artikel tentang keindahan panorama Kota Magetan. Bila ada kesalahan atau penulisan artikel kurang lengkap atau ada kata-kata yang menyinggung anda saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan tunggu artikel saya selanjutnya. Terima kasih.

Keindahan Panorama Telaga Sarangan

Bosan dengan jalan-jalan ke Telaga Sarangan? Sebenarnya, ada objek wisata lain di dekat telaga sarangan yang mungkin belum Anda ketahui. Yaitu Air Terjun Tirtosari. Berlokasi di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Bahkan lokasi Air Terjun Tirtosari ini memang terletak dalam satu kawasan dengan obyek wisata Telaga Sarangan!
Obyek wisata Telaga Sarangan di lereng Gunung Lawu memang terkenal dengan deretan hutan pinusnya yang menawan dan udaranya yang sejuk. Namun, belum lengkap rasanya jika tak sekaligus singgah dan melihat beningnya air terjun Tirtosari.

Obyek wisata Telaga Sarangan jauhnya sekitar 16 kilometer dari Kota Magetan. Air Terjun Tirtosari, jauhnya sekitar dua setengah kilometer dari Telaga Sarangan. Pintu masuk Air Terjun Tirtosari sendiri berada satu lokasi dengan Telaga Sarangan, jadi Anda tak perlu bingung untuk mencapainya. Masuk saja ke Telaga Sarangan, dan tanya posisi Air Terjun Tirtosari.
Jika Anda masuk melalui Magetan, jaraknya 16 Km, dan memasuki Kecamatan Plaosan jalan sudah mulai menanjak. Persiapkan alat transportasi Anda dalam keadaan baik sehingga mampu mencapai objek wisata Air Terjun Tirtosari dengan selamat. Tanjakan dan turunan serta belokan tajam akan Anda lalui selama perjalanan. Lahan pertanian dan hutan pinus adalah pemandangan yang utama. Angkutan umum juga mudah Anda dapatkan hanya dengan biaya sekitar Rp. 10.000,- dari Kota Magetan, Anda sudah bisa tiba di Telaga Sarangan dari Terminal Magetan.

Tiket masuk objek wisata Telaga Sarangan adalah Rp. 4.000,- dan tiket tambahan untuk memasuki objek wisata Air Terjun Tirtosari adalah sebesar Rp. 3.500,- Anda juga masih perlu berjalan kaki dan manaiki tanjakan untuk bisa sampai di bibir Air Terjun Tirtosari. Persiapkan fisik Anda, karena meskipun jalanan yang Anda tempuh relative bagus, namun sangat menanjak. Ada penduduk sekitar Air Terjun Tirtosari yang menyewakan jasa tongkat kayu untuk membantu menaiki jalan dengan tariff Rp. 1.000,-
Disarankan Anda menggunakan jaket, karena udara sangat dingin. Udara yang cocok untuk bertanam sayur mayur yang merupakan mata pencaharian pokok bagi masyarakat desa sekitar Air Terjun Tirtosari. Dengan melihat hamparan kebun sayur milik warga setempat, waktu tempuh hampir satu jam menuju Air Terjun Tirtosari sampai tak terasa.

Air terjun Tirosari memiliki ketinggian hampir 50 meter. Menurut kepercayaan yang beredar di kalangan warga desa setempat, membasuh muka ataupun mandi dengan air dari air terjun tersebut bisa membuat seseorang awet muda. Sedangkan bagi kaum perempuan yang mandi di bawah pancuran air terjun, dipercaya akan mendatangkan khasiat kecantikan. Namun, terlepas dari mitos tersebut, guyuran air dari air terjun Tirtosari ini memang terasa dingin dan menyegarkan. Terlebih, setelah tubuh terasa penat sehabis menempuh perjalanan berat penuh tanjakan sebelumnya. Tak ayal, banyak pengunjung yang mandi di bawah guyuran air terjun. Rasanya, kepenatan terbayarkan.

Salah satu khas yang bisa Anda nikmati selama di Air Terjun Tirtosari adalah sate kelinci, yang jarang Anda temukan di objek wisata lainnya. Masyarakat sekitar membangun rumah-rumah makan yang menjajakan sate kelinci sebagai menu utamanya. Anda wajib mencobanya jika berkunjung ke Air Terjun Tirtosari. Harga yang ditawarkan pun tidaklah mahal. Seporsi hanya berkisar Rp. 10.000,- saja.